Beranda » Blog » Game Kontroversial yang Viral di TikTok: College Brawl dan Two Horns

Game Kontroversial yang Viral di TikTok: College Brawl dan Two Horns

Game Dewasa yang Mendadak Viral di TikTok

Belakangan ini, TikTok dipenuhi siaran langsung yang menampilkan game bertema dewasa dan berunsur grafis. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran karena konten seperti itu bisa dengan mudah dilihat oleh pengguna muda. Dua judul yang paling sering dibicarakan adalah College Brawl dan Two Horns, yang sama-sama menarik perhatian besar di platform tersebut.

College Brawl

College Brawl dan Two Horns Jadi Sorotan

College Brawl dikenal sebagai game fighting dengan karakter perempuan yang tampil sugestif dan gameplay yang cukup kontroversial. Sementara itu, Two Horns adalah game RPG petualangan dari developer Pink Café Art dengan grafis 2D bergaya anime. Di awal permainan, game ini tampak seperti petualangan biasa, tetapi seiring progres pemain, konten dewasa mulai terbuka.

Two Horns

Meski keduanya jelas ditujukan untuk audiens dewasa, faktanya game ini justru viral di TikTok Live dan ditonton sangat banyak pengguna. Hal inilah yang membuat banyak pihak mempertanyakan efektivitas moderasi konten di platform tersebut.

Risiko Paparan Konten Tidak Pantas

Masalah utama dari fenomena ini adalah kemudahan akses. Tidak seperti toko aplikasi resmi, game yang dibagikan melalui sumber pihak ketiga bisa membawa risiko keamanan tambahan bagi pengguna yang mengunduhnya. Selain itu, siaran langsung tanpa pembatasan usia berpotensi membuat anak-anak dan remaja melihat konten yang seharusnya tidak mereka konsumsi.

Banyak pengamat menilai bahwa konten semacam ini dapat menormalisasi tema seksual dan menciptakan persepsi yang keliru, terutama bagi pengguna yang masih muda. Karena itu, TikTok didorong untuk memperketat pengawasan terhadap live stream yang menampilkan game dewasa.

Seruan untuk Moderasi yang Lebih Ketat

Aktivis perlindungan anak meminta TikTok menerapkan sistem yang lebih kuat untuk menyaring siaran live. Beberapa usulan yang muncul antara lain label peringatan untuk konten dewasa, pembatasan usia yang lebih tegas, serta algoritma deteksi yang lebih akurat sebelum konten masuk ke feed utama seperti For You.

Selain itu, verifikasi usia dan klasifikasi konten juga dinilai perlu diperbaiki agar pengguna di bawah umur tidak dengan mudah mengakses materi yang tidak sesuai. Dengan begitu, platform dapat tetap menjadi ruang kreatif tanpa mengorbankan keamanan pengguna muda.

Langkah TikTok ke Depan

TikTok mengklaim telah mengambil tindakan terhadap akun-akun yang melanggar aturan dan mengunggah konten dewasa dengan klasifikasi yang salah. Namun, banyak pihak menilai langkah tersebut masih bersifat reaktif, bukan pencegahan sejak awal. Viral-nya College Brawl dan Two Horns menjadi pengingat bahwa pengawasan konten live perlu terus ditingkatkan.

Ke depan, keberhasilan TikTok dalam menjaga keamanan pengguna akan sangat bergantung pada kemampuan mereka menutup celah moderasi dan menerapkan kebijakan yang lebih tegas. Bagi orang tua, hal ini juga menjadi pengingat untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak saat menggunakan media sosial.

Artikel Terkait